Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Apa Itu Stablecoin Dan Jenisnya

Ilustrasi Gambar Stablecoin
Ilustrasi Gambar Stablecoin


Stablecoin adalah cryptocurrency genre baru yang jarang dilirik oleh para pegiat kripto sebelumnya. Koin genre ini banyak menjadi buruan para pegiat kripto saat harga Bitcoin dan Altcoin lainnya sedang jatuh. Sesuai dengan namanya, Stablecoin merupakan aset kripto yang sangat stabil dibandingkan jenis koin lainnya. Hal tersebut dikarenakan harga setiap koin dari Stablecoin disupport oleh aset riil di dunia nyata. Contohnya satu koin LSILVER sama dengan 1 gram perak lantakan di dunia nyata untuk menjaga nilainya tetap stabil.

Selain di support dan memiliki nilai yang sama dengan aset riil di dunia nyata. Beberapa layanan memungkinkan anda untuk mendapatkan bunga dari Stablecoin yang anda miliki. Contohnya adalah :

Crypto.com: Menawarkan bunga hingga 8%  setiap tahunnya untuk semua stablecoin populer yang anda investasikan.

Compound finance: Menawarkan bunga pada koin DAI, USDT, dan beberapa Stablecoin terdesentralisasi lainnya.

Stablecoin bisa dibilang salah satu jenis aset kripto yang layak untuk diperhatikan. Oleh karena itu pada artikel kali ini Budak Duit Indonesia sangat tertarik untuk membahasnya dan merangkumnya pada artikel kali ini yang diberi judul "Mengenal Apa Itu Stablecoin Dan Jenisnya". Selamat membaca!.


Apa itu Stablecoin?

Ilusrasi Gambar Jenis-Jenis Stablecoin
Ilusrasi Gambar Jenis-Jenis Stablecoin


Stablecoin adalah jenis cryptocurrency atau mata uang digital yang nilai asetnya dipatok dengan suatu aset riil di dunia nyata seperti mata uang asing, emas, perak, minyak dan komoditas lainnya yang diperdagangkan secara fisik.

Stablecoin memiliki nilai mata uang digital yang cukup stabil dan hampir tidak terpengaruh dengan mata uang digital utama seperti Bitcoin ataupun mata uang pendukung lainnya seperti ETH, BNB, ADA, SHIB dan sebagainya. 

Perlu anda ketahui bahwa saat ini ada tiga jenis Stablecoin yang beredar. Adapun penjelasan dari ketiga jenis Stablecoin tersebut adalah :

1. Stablecoin Aset Fiat

Stablecoin aset flat adalah jenis Stablecoin yang nilainya dijamin oleh cadangan mata uang flat di dunia nyata seperti USD, EUR, IDR dan mata uang flat resmi lainnya. Biasanya stablecoin jenis ini akan dibandingkan dengan rasio perhitungan 1:1. Contohnya ialah satu koin USDC memiliki nilai yang sama dengan $1 USD di dunia nyata. Untuk menerbitkan Stablecoin, pihak perusahaan harus memiliki jumlah aset flat yang sama dengan jumlah aset stablecoin yang mereka edarkan di pasar kripto.

2. Stablecoin Aset Kripto

Stablecoin aset kripto adalah jenis Stablecoin yang nilainya dijamin dengan cadangan mata uang digital lainnya. Hal tersebut berarti baik naik atau turunnya harga Stablecoin ini akan mengikuti harga dari mata uang digital acuannya. Salah satu contoh penggunaanya adalah Stablecoin Maker DAO (DAI), dimana para penggunanya dapat mengunci aset digital yang mereka miliki untuk meminjam DAI yang nilai dari DAI sendiri dipatok dengan Dollar AS. Untuk penerbitan Stablecoin jenis ini harus melalui protokol blockchain yang beragam. Selain itu stablecoin jenis ini bisa dibilang memiliki resiko yang tinggi dikarenakan ditautkan dengan aset kripto lainnya dan bukan aset riil fisik sehingga nilainya masih bisa dipengaruhi Bitcoin ataupun Altcoin lainnya.

3. Stablecoin Algoritma

Stablecoin jenis ini tidak dijamin oleh aset apapun, baik itu aset fisik maupun digital. Stablecoin Algoritma adalah jenis Stablecoin yang nilai pasokannya diatur oleh sebuah algoritma yang digerakkan oleh smart contract atau kontrak pintar yang bertugas untuk menjaga nilai aset Stablecoin jenis ini tetap stabil di bursa kripto. Stablecoin ini jenis ini bisa dibilang masih relatif baru dan masih jarang untuk digunakan.


Pro Dan Kontra Stablecoin

Stablecoin memiliki tentunya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Adapun beberapa kelebih dan kekurangan dari koin jenis ini adalah :

Kelebihan :

  1. Stabilitas nilai perdagangan
  2. Ketenangan dan keamanan dalam berinvestasi aset kripto
  3. Likuidasi mudah bagi pedagang & investor saat kondisi pasar kripto sedang jatuh
  4. Bebas dari pengaruh volatilitas liar Bitcoin dan Altcoin lainnya.

Kelemahan

  1. Manipulasi pasokan Stablecoin dan manipulasi pasar kripto seperti USDT
  2. Dapat mengalami masalah jika aset pendukungnya tidak ada atau hilang
  3. Cenderung lebih terpusat  dan rawan manipulasi karena satu perusahaan mengendalikannya.
  4. Secara historis bisa turun atau naik hingga 10%
  5. Ketiga jenis Stablecoin tersebut masih memiliki masalah terkait oracle blockchain yang belum dapat dipecahkan sampai saat ini.


Kesimpulan Tentang Stablecoin

Biarpun Stablecoin diidentikan dengan aset mata uang digital yang stabil dan aman saat kondisi pasar kripto sedang turun sekalipun, akan tetapi masih ada resiko untuk mengalami kerugian. Selain itu Stablecoin akan berfungsi dengan maksimal jika diimplementasikan dengan audit yang ketat.  Audit yang dilakukan harus didesentralisasikan jika kita tidak ingin mengulang  kekacauan yang sudah terjadi pada koin USDT. 

Sekian dulu artikel Budak Duit Indonesia kali ini yang membahas tentang apa itu Stablecoin dan jenis-jenisnya. Semoga artikel kali ini bisa menambah wawasan dan referensi anda tentang mata uang digital atau cryptocurrency. Perlu diketahui seluruh konten artikel dari website ini hanya sekedar sharing dan berbagi informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Segala keuntungan ataupun kerugian dari aktivitas investasi yang anda lakukan merupakan tanggung jawab anda sepenuhnya dan bukan orang lain. Terima kasih sudah membaca



Posting Komentar untuk "Mengenal Apa Itu Stablecoin Dan Jenisnya"