Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Cryptocurrency Ethereum (ETH)

Ilustrasi Aset Cryptocurrency Ethereum (ETH)
Ilustrasi Aset Cryptocurrency Ethereum (ETH) 


Belakangan ini kebanyakan media dan para trader cryptocurrency hanya membahas Bitcoin ataupun Doge saja. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari peran Elon Musk yang selalu mencuitkan kedua mata uang kripto tersebut di akun twitter miliknya sehingga memicu respon banyak orang dan awak media. 

Akan tetapi di artikel kali ini Budak Duit Indonesia akan mencoba membahas mata uang kripto lainnya, yaitu Ethereum atau ETH. Seperti yang kita tahu Ethereum sendiri merupakan salah satu mata uang kripto yang memiliki nilai votalitas yang besar dibawah Bitcoin.

Mengenal Cryptocurrency Ethereum (ETH), Sejarah dan Perkembangnya Serta Cara Mendapatkan Dan Menyimpan Ether

Sejarah Ethereum Coin atau ETH ?

Berbeda dengan Bitcoin yang sampai sekarang keberadaan sang penciptanya, yaitu Satoshi Nakamoto masih dipertanyakan, Ethereum sendiri sudah diketahui sosoknya. Ethereum sendiri adalah salah satu jenis cryptocurrency yang diciptakan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014. Menariknya lagi ia menciptakan uang kripto tersebut saat usianya masih berumur 19 tahun. Vitalik Buterin sendiri baru mengenal cryptocurrency sejak usia 17 tahun atau di tahun 2012.

Vitalik sendiri tertarik untuk menciptakan Ethereum Coin karena ia memiliki ketertarikan dengan teknologi blockchain atau teknologi yang dipakai oleh Satoshi Nakamoto untuk menciptakan uang kripto Bitcoin yang saat itu sedang meningkat pesat dan sudah banyak sekali proyek yang menggunakan teknologi dari blockchain itu sendiri. Namun pada saat itu belum ada platform yang mampu untuk menyediakan wadah yang memudahkan proyek-proyek dari blockchain itu sendiri. Pada akhirnya Ethereum muncul sebagai platform teknologi blockchain yang diciptakan oleh Vitalik untuk menjawab tantangan tersebut.

Perkembangan Ethereum Coin atau ETH

Sejak diciptakan dan kemunculannya Ethereum pada tahun 2014 silam, harga ethereum terus mengalami kenaikan secara signifikan dan memiliki nila kapitalisasi pasar yang besar, yaitu senilai 21 Miliar dollar Amerika pada tanggal 12 November 2018. Hal tersebut tentunya membuat uang kripto Ethereum atau ETH menjadi mata uang kripto yang memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar kedua setelah Bitcoin.

Teknologi Ethereum sendiri merupakan pengembangan dari teknologi blockchain sebelumnya. Namun Ethereum saat ini mampu untuk meningkatkan penggunaan teknologi blockchain secara efisien. Oleh karena itulah teknologi yang digunakan oleh Ethereum bisa disebut juga teknologi 'Blockchain 2.0'.

Jadi Apa itu Ethereum? 

Ethereum adalah platform blockchain yang memungkinkan para pengembang proyek untuk membuat smart contract dengan aplikasi terdesentralisasi. Pengembang akan terbantu dengan adanya teknologi untuk membangun dan menjalankan proyeknya dan tentunya para pengguna tidak perlu khawatir untuk mengorbankan informasi pribadinya.

Dikarenakan Ethereum adalah teknologi blockchain, Makan Ethereum juga memiliki cryptocurrency-nya sendiri yang disebut ether atau ETH. jadi bisa disimpulkan bahwa Ether adalah mata uang crypto dari teknologi Ethereum. Sementara Ethereum itu sendiri adalah platform berbasis blockchain yang menggunakan Ether sebagai mata uangnya.

Adapun beberapa fakta tentang Ethereum ialah sebagai berikut : 
  • Blockchain Ethereum dapat digunakan untuk membangun smart contract dan DApp
  • Ether merupakan bahan bakar atau 'gas' digital untuk smart contract bagi jaringan Ethereum
  • Tidak ada batasan jumlah Ether yang bisa dibuat (dari proses mining). Kendati demikian, untuk sampai di jumlah 100 juta coin, diperkirakan aka membutuhkan waktu yang sangat lama.
  • Waktu berlangsungnya transaksi Ethereum hanya dalam beberapa detik saja

Bagaimana Cara Memperoleh Ether?

Untuk memperoleh Ether terdapat dua cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan cara melakukan mining atau menambangnya dan juga bisa dilakukan dengan membelinya dari orang lain atau penambang menggunakan mata uang konvensional.


Penambangan Ether sendiri dilakukan dengan cara memverifikasi setiap transaksi jaringan blockchain Etherium. Para pnambang yang terverifikasi akan mendapat hadiah berupa mata uang baru atau Ether. Penambangan ether disebut juga sebagai “proof of work” (PoW) dimana para penambang (node) harus menunjukkan bahwa ia telah melakukan “pekerjaan” (memverifikasi transaksi blockchain) untuk menerima hadiah berupa Ether.

Selain itu Ether juga dapat diperoleh dengan cara membelinya yakni dari pihak lain. Ada banyak tempat yang bisa anda pilih jika anda tertarik untuk membeli Ether, akan tetapi beberapa tempat ini bisa menjadi referensi untuk anda :
  • Broker/Over the Counter (OTC) adalah tempat dimana terjadi pertukaran koin dengan cara membeli dan menjual koin tersebut langsung kepada pihak OTC.
  • Exchange adalah platform perdagangan mata uang kripto yang menjadi tempat bertemuanya para pembeli dan penjual.
  • Platform peer-to-peer adalah platform penjualan mata uang kripto yang memungkinkan pembeli dan penjual dapat saling menghubungi satu sama lain secara langsung tanpa adanya perantara untuk proses jual-beli mata uang kripto.

Dimana Uang Kripto Ether Disimpan?

Jika kita ingin memiliki Ether, tentunya kita membutuhkan tempat untuk menyimpan Ether yang kita miliki nantinya. Dompat digital atau E-Wallet bisa digunakan untuk menyimpan mata uang kripto termasuk Ether. Akan tetapi Ether tidak bisa meninggalkan blockchain Ethereum. Dompet Ethereum tidak akan berisi Ether itu sendiri, akan tetapi berisi sekumpulan kode-kode yang digunakan untuk mengakses Ether tersebut. Kode-kode tersebut ialah “private key”.

Adapun berbagai jenis dompet digital atau E-Wallet yang bisa dipilih untuk menyimpan Ether, diantaranya:
  • Web Wallet adalah jenis dompet digital yang menyimpan private key Ether secara online. Contoh beberapa web wallet yang biasa digunakan, diantaranya seperti MyEtherWallets, Coinbase, Green Address dan sebagainya.
  • Desktop Wallet adlaah dompet digital yang digunakan untuk menyimpan private key di desktop (komputer atau laptop) milik pribadi. Jadi disini kita akan menggunakan kata sandi untuk mengaksesnya. Beberapa desktop wallet yang bisa digunakan, diantaranya seperti Mist, Exodus, Metamask dan sebagainya
  • Mobile Wallets hampir sama dengan desktop wallets, akan tetapi disini kita menggunakan pertangkat mobile untuk menyimpan private keys nya, kelemahannya ialah kita hanya memiliki ruang penyimpanan yang terbatas. Adapun beberapa aplikasi yang bisa digunakan adalah Jaxx, Coinomi dan sebagainya
  • Hardware Wallets adalah perangkat penyimpanan fisik yang menggunakan media penyimpanan offline, seperti USB, Hardisk dan sebagainya. Cara penyimpannan ini bisa dibilang sangat aman karena bersifat offline, untuk menggunakan media penyimpanan ini, anda perlu membeli barang fisiknya secara langsung. Adapun beberapa produk yang bisa dipertimbangkan diantaaranya, seperti  Ledger Nano S, Trezor, Keekey dan sebagainya
  • Paper Wallets merupakan opsi penyimpanan private key Ether yang bersifat paling tradisional. Dimana anda mencatat private key yang anda miliki secara manual pada selembar kertas.

Sekian dulu artikel dari Budak Duit Indonesia kali ini yang membahas hal-hal mengenai Cryptocurrency Ethereum (ETH) dan teknologi yang digunakan. Semoga artikel ini menambah wawasan dan referensi anda tentang dunia Cryptocurrency itu sendiri, khusunya Ethereum atau Ether (ETH). Anda bisa tinggalkan pesan dan komentar jika merasa suka dan terbantu dengan artikel kali ini. Terima kasih sudah membaca!.


Posting Komentar untuk "Mengenal Cryptocurrency Ethereum (ETH)"