Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Rasio Keuangan Untuk Analisis Fundamental Saham

6 Rasio Keuangan Untuk Analisis Fundamental Saham Yang Wajib Diketahui Investor Saham
6 Rasio Keuangan Untuk Analisis Fundamental Saham


Pengertian rasio keuangan sendiri ialah ilmu yang berkaitan dengan kegiatan membandingkan angka-angka pada laporan keuangan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Seorang investor biasanya menggunakan rasio keuangan untuk melakukan analisis fundamental dengan tujuan investasi jangka panjrang.

Dengan berpatokan para rasio keuangan tersebut, seorang investor bisa mengambil keputusan apakah dia harus menanamkan modalnya parda perusahaan tersebut atau tidak. Jadi dapat disimpulkan mengetahui rasio-rasio keuangan ialah hal yang wajib yang mesti diketahui oleh seorang investor saham.

Terdapat 6 rasio keuangan yang perlu kamu ketahui untuk mengetahui apa saham tersebut layak dibeli atau tidaknya. Adapun rasio keuangan yang perlu ada ketahui diantaranya :


6 Rasio Keuangan  Untuk Analisis Fundamental Saham Yang Waji Diketahui Oleh Investor Saham


1. Earning per Share (EPS) 

Earning per Saher atau EPS adalah pendapatan bersih yang dibagikan ke setiap lembar saham yang beredar. Untuk mendapatkan rasio EPS anda bisa membagi laba bersih perusahaan dengan jumlah lembar saham yang beredar. Nilai EPS yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan perusahaan tersebut bertumbuh dan memiliki kinerja yang baik. 

Apabila suatu saham memiliki nilai EPS 150, maka bisa dibilang saham tersebut menghasilkan nilah 150 untuk setiap lembar sahamnya.

2. Price to Book Value (PBV)

Prive to Book Value atau PBV adalah perbandingan rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan. Dengan mengetahui PBV kita dapat melihat berapa besar kelipatan dari nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya.

Nilai PBV didapatkan dengan membagi harga saham dengan jumlah nilai buku persaham. PBV yang tinggi menandakan harga saham perusahaan tersebut overpriced, sedangkan PBV yang rendah menandakan harga saham tersebut undervalued. Untuk mendapatkan keuntungan biasanya para investor mencari saham-saham yang memiliki nilai PBV yang rendah.

Misal suatu perusahaan memiliki nilai PBV sebesar 2x, maka dapat kita simpulkan bahwa harga saham tersebut 2 kali lebih besar daripada kekayaan perusahaan tersebut.

3. Price to Earning Ratio (PER)

Price to Earning Ratio atau PER adalah rasio keuangan yang menggambarkan perbandingan harga saham suatu perusahaan dengan nilai EPS yang dihasilkan perusahaan tersebut. Biasanya para investor akan membandingkan nila PER satu perusahaan dengan perusahaan lainnya dalam satu industri sejenis. Anda bisa mendapatkan nilai PER dengan cara membagi harga saham dengan laba per saham atau EPS

Jika suatu perusahaan memiliki nilai PER yang lebih rendah dari perusahaan lainnya dalam industri yang sama. Maka harga saham perusahaan dianggap lebih mudah dan tentunya sangat layak untuk dikoleksi oleh investor.

4. Return on Equity (ROE)

Return On Equity atau ROE adalah rasio yang menunjukkan nilai return terhadap jumlah modal. ROE sendiri sering digunakan oleh para investor untuk mengukur tingkat pengembalian pengembalian modal saham. Para investor akan melakukan analisa berdasarkan ROE dengan cara membandingkan ROE yang dimiliki satu perusahaan dengan ROE perusahaan sejenis lainnya. Anda bisa mendapatkan nilai ROE dengan cara membagi laba bersih dengan total equitas atau modal.

Jika suatu perusahaan memiliki ROE yang tinggi, maka bisa di katakan perusahaan tersebut memiliki pertumbuhan laba yang besar dan tetunya keuntungan yang didapatkan oleh investor saham tersebut juga akan bertambah.

5. Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to Equity Ratio atau DER adalah rasio yang biasa digunakan para investor untuk melihat besarnya hutang suatu perusahaan dibandingkan total ekuitas yang dimiliki perusahaan tersebut.  Untuk mengetahui nilai DER anda bisa membagi total hutang dengan total ekuitas atau modal perusahaan tersebut

Adapun berikut ini acuan yang dapat anda jadikan sebagi acuan dalam menganalisis DER suatu perusahaan :
  • DER > 1 : Berarti hutang perusahaan lebih besar daripada ekuitasnya.
  • DER < 1 : Berarti hutang  perusahaan lebih kecil daripada ekuitasnya.
Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memiliki DER < 1 dimana total equitas perusahaan tersebut masih lebih besar dibandingkan dengan total hutang yang dimilikinya. Hal tersebut dikarenakan hutang yang besar akan menjadi masalah untuk perusahaan tersebut.


6. Dividend Yield (DY)

Dividend Yield atau DY adalah rasio hasil deviden perlembar saham dibagi dengan harga saham tersebut. Dari nilai DY seorang investor akan mengetahui keuntungan yang dia dapatkan dari pembagian deviden kepada para pemegang saham.

DY yang tinggi akan menunjukkan kenaikan harga saham pada saat pengumuman deviden. Para investor jangka panjang biasanya sanga tertarik dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki nilai DY yang tinggi dengan tujuan mendapatkan return yang konsisten dari tahun ke tahun.


Setelah kita mengetahui rasio-rasio keuangan perusahaan yang biasa digunakan oleh para investor untuk melakukan analisis fundamentar, maka dapat kita simpulkan : 
  • EPS: Nilai EPS yang selalu meningkat dari tahun ke tahun bisa dikategorikan perusahaan tersebut dalam kategori bertumbuh dan memiliki prospek yang baik kedepannya.
  • PER: Nilai per yang kecil menunjukkan valuasi harga saham tersebut termasuk murah dibandingkan perusahaan-perusahaan dalam industri yang sama dan sangat layak untuk dibeli.
  • PBV: Nilai PBV yang kecil menandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki nilai undervalue jika dibandingkan dengan kinerja dari perusahaan tersebut, sehingga sangat layak untuk dibeli.
  • ROE: Nilai ROE yang bertumbuh menandakan perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik dan bisa menghasilkan keuntungan yang menarik untuk para investornya.
  • DER: Nilai DER yang kecil menunjukkan perusahaan tersebut masih memiliki nilai hutang yang wajar dan masih bisa di toleransi.
  • DY: NIlai DY yang meningkat secara konsisten dari tahun ketahun dinilai dapat memberikan return berupa deviden yang konsisten kepada para investornya.

Sekian dulu artikel dari Budak Duit Indonesia yang membahas tentang 6 rasio keuangan yang perlu anda ketahui sebagai seorang investor yang berinvestasi di dunia saham. Semoga artikel kali ini dapat memberikan dan menambah wawasan baru bagi anda tentang dunia investasi saham itu sendiri. Anda bisa tinggalkan pesan dan komentar positif jika merasa terbantu dan suka dengan artikel kali ini. Terima kasih sudah membaca!.

Posting Komentar untuk "6 Rasio Keuangan Untuk Analisis Fundamental Saham"