Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Istilah ARB Di Dalam Investasi Saham

Pengertian Istilah ARB Di Dalam Investasi Saham
Pengertian Istilah ARB Di Dalam Investasi Saham


Setelah di artikel sebelumnya kita membahas istilah ARA atau Auto Reject Atas, kali ini kita akan membahas kebalikannya yaitu ARB atau Auto Rejection Bawah. 

Umumnya istilah ARB di dunia investasi saham ialah kondisi dimana saat harga suatu saham mengalami penurunan tertinggi dalam satu hari. Untuk lebih jelas lagi pembahasan mengenai apa itu ARB anda bisa membaca pembahasannya pada artikel berikut ini.


Pengertian Istilah ARB Di Dalam Investasi Saham : Contoh Kasus, Rentang Batas ARB, Faktor Terjadinya ARB


Pengertian ARB atau Auto Rejection Bawah

ARB atau Auto Rejection Bawah adalah istilah yang mengambarkan suatu kondisi dimana harga suatu saham mengalami penurunan secara drastis dalam satu hari hingga mencapat batas bawah yang di tetapkan. Sama dengan ARA, ARB juga diatur dalam Jakarta Automated Trading System (JATS) NEXT-G dan mengacu Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00023/BEI/03-2020.

Contoh Kasus

Harga Saham A pada tanggal 30 Maret 2021 ditutup di level Rp.1000 per lembar saham. Esok harinya di tanggal 31 Maret 2021 harga saham A mengalami penurunan yang drastis hingga menjadi Rp.750. Maka secara otamatis bursa akan melakukan suspend sementara untuk saham perusahaan A dan tidak bisa ditransaksikan sampai suspend tersebut dilepas.


Rentang Batas ARB

Persentase dari ARB sendiri dulunya sama seperti presentase ARA. Akan tetapi BEI merubah ketentuan ARB dikarenakan adanya koreksi saham besar-besaran saat munculnya pandemi virus corona pada bulan maret 2020 yang membuat banyak harga saham anjlok. BEI pun merevisi batas ARB yang dulunya sebesar 20% sampai 35% menjadi 10%, akan tetapi BEI mengubah kembali batas ARB menjadi 7% dikarenakan masih banyak saham yang mengalami ARB bahkan saham-saham yang mempunyai fundamental bagus seperti LQ45 pun ikut berguguran.

Berikut ini ketentuan batas ARB  yang direvisi sesama pandemi virus corona yang sesuai dengan Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00023/BEI/03-2020 :

Tabel Rentang Harga Acuan ARB
Tabel Rentang Harga Acuan ARB

Faktor Terjadinya ARB

Adapun beberapa faktor yang membuat saham mencapai harga ARB, diantaranya :
  1. Pasar panik karena ada berita negatif 
  2. Koreksi pasar karena adanya pandemi global, masalah ekonomi ataupun perang
  3. Saham Gorengan

Kesimpulan

Memilih saham-saham yang berfundamental bagus dan konsisten adalah salah satu cara agar kamu tidak terjebak dan mengalami kerugian dalam berinvestasi saham. Pastikan kamu menghindari membeli saham-saham 'gorengan' agar tidak terjebak jika suatu saat saham tersebut mengalami ARB atau harganya terjun secara drastis. Hal tersebut dikarenakan biasanya saham-saham 'gorengan' akan sangat sulit untuk naik kembali atau bahkan bisa jatuh bahkan mengalami delisting di bursa.


Sekian dulu artikel kali ini dari Budak Duit Indonesia yang membahas apa itu ARB atau Auto Rejection Bawa yang merupakan salah satu istilah yang sering digunakan di dunia investasi saham. Semoga artikel kali ini dapat menambah refrensi dan wawasan anda sebagai investor tentunya. Anda bisa tinggalkan pesan dan komentar jika merasa suka dan terbantu dengan artikel kali ini. Terima kasih sudah membaca!.

Posting Komentar untuk "Pengertian Istilah ARB Di Dalam Investasi Saham"