Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Lebih Dekat Salim Group Indonesia Dan Anak Perusahaannya

Logo Salim Group Indonesia 2021
Logo Salim Group Indonesia

Mungkin nama Salim Group tidak asing lagi di telinga kebanyakan orang di Indonesia. Salim Group Indonesia adalah perusahaan induk yang bergerak dalam beberapa bidang usaha, seperti di bidang telekomunikasi, media digital, keuangan dan perbankan, otomotif, ritel makanan dan minuman, restoran dan beberapa usaha dibidang lainnya.

Salim Group sendiri sudah seperti sebuah kerajaan bisnis di Indonesia karena saking banyaknya perusahaan-perusahaan besar dan terkenal yang di kelola oleh group bisnis ini. Bank BCA yang saat ini merupakan bank swasta terbesar di Indonesia dulunya dimiliki oleh Salim Group, akan tetapi Salim Group terpaksa melepas kepemilikan Bank BCA dikarenakan krises moneter yang terjadi pada tahun 1998 silam dan terpaksa menjualnya ke Group Djarum. Selain Bank BCA, Salim Group juga harus melepas anak perusahaan lainnya PT Indocement Tunggal Raksasa.

Akan tetapi Salim Group berhasil bangkit dari keterpurukannya dan kembali sukses dengan tetap mempertahankan beberapa anak perusahaan yang terkenal saat ini, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bogasari Flour Mills yang terkenal saat ini sebagai perusahaan produsen mie instant dan perusahaan produsen terigu tersebesar di Dunia saat ini.


Mengenal Lebih Dekat Salim Group Indonesia Dan Anak Perusahaannya


Sejarah Salim Group

Salim Group sendiri didirikan pada tanggal 4 Oktober 1972 oleh seorang pengusaha asal Tiongkok yang merantau ke Indonesia dan orang tersebut bernama Soedono Salim atau Liem Sioe Liong. Soedono Salim sukses memimpin dan mengelola Salim Group pada masanya dan memiliki kepemilikan beberapa anak perusahaan Salim Group pada masa itu , meliputi : PT Indofood, PT Indomobil, PT Indocement, Indosiar, Bank BCA, Indomaret, Indomarco, PT Mega, Bank Windu Kencana, PT Hanurata, dan PT Waringin Kencana dan anak perusahaan lainnya. 

Soedono Salim juga sempat berkerja sama dengan pengusaha sukses lainnya, seperti Djuhar Sutanto, Sudwikatmono dan Ibrahim Risjad  dan sempat dikenal dengan sebutan The Gang of Four. Kerjasama The Gang of Four berbuah manis dan berhasil mendirikan sebuah perusahaan tepung terigu terbesar di Indonesia  dan menjadi yang terbesar dunia saat ini yaitu, PT Bogasari Flour Mills.

Salim Group sendiri sempat terpuruk pada saat Indonesia mengalami krises moneter pada tahun 1998 dan terpaksa harus melepas kepemilikan saham anak perusahaannya untuk menutupi kerugian agar tetap survive dimasa itu. 

Soedono Salim pun memberikan posisi kepemimpinan Salim Group kepada anaknya, yaitu  Anthony Salim, lalu pindah dan tinggal di Singapura sampai akhirnya ia meninggal di usia 95 tahun pada tanggal 10 Juni 2012.

Dibawah kepemimpinan Anthony Salim akhirnya Salim Group berhasil bangkit dari krisis moneter 1998 dan sukses hingga saat ini dengan mengembangkan bisnisnya ke beberapa bidang usaha dan akhirnya Salim Group telah menjadi salah satu perusahaan raksasa dan kerajaan bisnis yang paling berpengaruh di Indonesia


Daftar Saham Perusahaan Yang Dimiliki Salim Group Tahun 2021

1. Indofood Sukses Makmur (INDF)

PT Indofood adalah perusahaan produsen berbagai jenis produk makanan dan minuman yang saat ini bermarkas di kota Jakarta. Mayoritas saham PT Indofood saat ini dimiliki oleh Salim Group. PT Indofood sendiri melakukan IPO dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Juli 1994.


2. Indofood Sukses CBP Makmur (ICBP)

Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) adalah anak perusahaan dari PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dengan porsi kepemilikan saham hingga 80%. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) melakukan IPO perdananya pada tanggal 7 Oktober 2010. ICBP adalah salah satu saham perusahaan yang selalu konsiten masuk kedalam daftar saham Blue Chip. Salah satu produk dari perusahaan ini yang terkenal di Indonesia dan Dunia adalah produk mie instan dengan merk Indomie.


3. Indoritel Makmur (DNET)

Indoritel Makmur Internasional adalah perusahaan dari Salim Group yang bergerak dibidang restoran serta ritel dan mengelola sejumlah brand restoran terkenal, seperti Kentucky Fried Chicken atau KFC, dan ritel toko swalayan dengan brand Indomaret dan serta produsen makanan dengan brand Sari Roti. Tentunya brand-brand tersebut sudah tidak asing lagi bagi telinga anda.

Selain itu ada beberapa bisnis inti dari Indoritel lainnya, seperti fiber optik dengan merk FiberStar yang dijalankan oleh PT Mega Akses Persada. 


4. Indomobil Sukses Internasional (IMAS)

Salim Group juga memiliki saham-saham perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, yaitu Indomobil Sukses Internasional (IMAS). Mayoritas kepemilikan saham Indomobil Sukses Internasional (IMAS)  dimiliki oleh Gallant Venture Ltd yang merupakan perusahaan investasi dan dimiliki oleh grup Salim itu sendiri dan sebagian lagi sahamnya dimiliki oleh Sembcorp Industries Ltd.

Indomobil Sukses Internasional melakukan IPO perdananya pada tanggal 15 November 1993 dengan kode IDX IMAS di Bursa Efek Indonesia.


5. Indomobil Multi Jasa (IMJS)

Indomobil Multi Jasa adalah anak perusahaan yang dimiliki oleh Indomobil Sukses Internasional (IMAS) dengan porsi kepemilikan saham hingga lebih dari 90%. Perusahaan bergerak di bidang jasa seperti pembiayaan multiguna, jasa logistik dan transportasi, jasa perawatan dan perbaikan, jasa pelatihan dan pendidikan non-formal di Indonesia.


6. Salim Ivomas Pratama (SIMP)

Salim Ivomas Pratama adalah sebuah perusahaan mengelola usaha dibidang pertanian maupun bidang lain yang sejenis atau agribisnis. Perusahaan secara tidak dimiliki langsung oleh First Pacific melalui anak perusahaan Salim Group, yaitu PT Indofood dan IndoAgri. Salim Ivomas Pratama melakukan IPO perdananya pada tanggal 9 Juni 2011 Dengan kode melantai di BEI yaitu SIMP. 


7. PP London Sumatera (LSIP)

PP London Sumatra Indonesia atau PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lonsum merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet yang berada di beberapa pulau, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa. Lonsum sendiri telah menjadi bagian dari Salim Group sejak anak perusahaannya PT Indofood mengakusisi Lonsum pada tahun 2007.


8. Bank Ina Perdana (BINA)

Setelah sempat kehilangan kepemilikan Bank BCA yang bergerak di bidang perbankan. Anthony Salim sepertinya mulai tertarik kembali untuk membawa Salim Group memliki anak perusahaan yang bergerak dibidang perbankan.

Akhirnya pada tahun 2020 Anthony Salim berhasil menguasai Bank Ina Perdana (BINA) melalui Indolife Pensiontama. Bank Ina Perdana (BINA) sendiri masuk ke kategori bank buku II atau bank-nak yang memiliki modal inti antara Rp1 triliun hingga Rp5 triliun rupiah. 

Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa Salim Group mimiliki ambisi untuk kembali memimpin dan memiliki perusahaan yang bergerak di bidang perbankan seperti masa jayanya dahulu dimana mereka memiliki perusahaan bank swasta tersebesar di Indonesia saat ini, yaitu Bank BCA (BBCA).


9. Nusantara Infrastructure (META)

Dari nama perusahaan ini kita dapat menyimpulkan bahwa Nusantara Infrastructure (META) ialah perusahaan yang bergerak dibidang infrastruktur dan bangunan, seperti infrastruktur gedung, jalan tol, pelabuhan, bandara dan sebagainya.

Nusantara Infrastructure (META) mulai di akusisi oleh Salim Group pada tahun 2017 melalui First Pacific melalui Metro Pacific.



Sekian dulu artikel Budak Duit Indonesia kali ini yang membahas "Mengenal Lebih Dekat Salim Group Indonesia Dan Anak Perusahaannya". Semoga artikel kali ini bisa memberikan pengetahuan lebih dan menjawab rasa penasaran anda terkait Salim Group. Anda bisa tinggalkan pesan dan komentar jika merasa suka dengan artikel kali ini. Terima kasih sudah membaca!.

Posting Komentar untuk "Mengenal Lebih Dekat Salim Group Indonesia Dan Anak Perusahaannya"