Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tips Memulai Investasi Dengan Gaji UMR DKI Jakarta 2021

5 Tips Memulai Investasi Dengan Gaji UMR
5 Tips Memulai Investasi Dengan Gaji UMR  

Berapa banyak uang yang bisa dapatkan bukanlah acuan bagi seseorang untuk memulai berinvestasi terutama kamu yang saat ini masih bergaji UMR. Kamu bisa memulai dengan langkah-langkah yang biasa dilakukan oleh hampir kebanyakan orang, yaitu memulai dengan menyisihkan 10%  dari pendapatan yang kamu terima tiap bulannya. 

Anggap saja di tahun 2021 pemerintah jakarta menaikkan UMP atau UMR sebesar Rp 4,4 juta rupiah, jadi kamu bisa menyisihkan uang sebesar Rp 440 ribu untuk berinvestasi tiap bulannya. Setelah kamu bisa mendapatkan gambaran uang yang dapat kamu sisihkan, langkah selanjutnya ialah memulai invetasi dan membaca tips-tips berikut ini yang sudah dirangkum oleh Budak Duit. Adapun tips-tips memulai investasi dengan gaji UMR, sebagai berikut :


1. Tentukan Instrument Investasi

Jika kamu memeliki dana yang terbatas, sebaiknya kamu memiliki investasi dengan tingkat resiko yang rendah seperti menabung, reksa dana ataupun saham jika kamu menginginkan hasil timbal balik yang lebih. Fokuslah untuk berinvestasi dengan sistem menabung bukan dengan sistem trading untuk menghindari resiko mengalami kerugian. 


2. Memahami Investasi Yang Dilakukan

Jika kamu sudah menentukan instrument investasi yang cocok dengan keingananmu langkah selanjutnya ialah pelajari dan pahami terlebih dahulu resikonya. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang instrument invetasi yang akan kamu jalani nanti. Kamu bisa mencari referensi dari blog ataupun website, channel youtube yang membahas dunia investasi dan finansial ataupun berkonsultasi ke jasa pengelola keuangan profesional  bisa juga teman yang sudah terjun ke dunia investasi lebih dulu. Informasi yang sudah kamu dapatkan, tentunya akan membantu kamu lebih mantap untuk memulai investasi itu sendiri.


3. Tidak Berinvestasi Lebih Dari 10%

Berinvestasilah dengan dengan dana yang sudah kamu anggarkan tiap bulannya, yaitu 10% dari pendapatan yang kamu dapatkan tiap bulannya. Sebab kamu harus memenuhi kebutuhan pokok dahulu baru kamu bisa menyisihkan uang untuk investasi itu sendiri. Tidak berinvestasi lebih dari 10% juga dapat membantu kamu untuk meminimalisir jika suatu saat terjadi kerugian dalam berinvestasi, contohnya jika kamu memilih berinvestasi saham. Berinvestasilah sesuai dengan kemampuanmu saat ini.


4. Komitmen Untuk Tetap Konsisten 

Disiplin serta mempunyai komitmen yang kuat untuk terus meyisihkan 10% dari pendapatan bulanan untuk disisihkan ke investasi yang sudah kamu jalankan. Kamu bisa menggunakan fitur investasi yang biasa di sediakan aplikasi platform investasi seperti tabungan atau investasi otomatis untuk membantu kamu disiplin dalam menyisihkan pendapatan bulanan kamu.


5. Mencari Penghasilan Tambahan

Mencari pengahasilan tambahan agar kebutuhanmu lebih terpenuhi dan tentunya akan menambah uang yang dapat kamu investasikan nantinya. Kamu bisa memulai mencari penghasilan tambahan seperti menjadi resseler di toko online, membuat blog, ataupun kegiatan usaha lainnya yang tidak membutuhkan modal tetapi tetap menghasilkan.



Berinvestasilah disaat usia kamu masih tergolong produktif atau saat dirimu baru mendapatkan pekerjaan. Tidak peduli berapa uang yang dapat kamu investasikan melainkan berapa banyak uang yang dapat kamu hasilkan dari investasimu. Berinvestasi sejak dini akan membawamu mencapai kebebasan finansial yang kamu inginkan, buatlah uang yang kamu dapatkan agar bekerja dan menghasilkan pundi-pundi uang lagi.

Sekian dulu pembahasan Budak Duit kali ini mengenai "5 Tips Memulai Investasi Dengan Gaji UMR". Semoga artikel ini dapat membantu kamu untuk mencapai keadaan finansial yang lebih baik lagi. Terima kasih



Posting Komentar untuk "5 Tips Memulai Investasi Dengan Gaji UMR DKI Jakarta 2021"